Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2009

butuh kesabaran

Tadi pagi ada yg salah liat nominal di rekeningnya, hwhwhwhw…. eh pas ditrasper ke uni ga tau nya ga bisa… hehehe  ya eyyyalah… secara uangnya belum bertambah….

Yg sabar ya uda!

-nina-

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini…

Awali hari ini dengan senyuman… ^_^

Sukses ya buat interviewnya suami kuuuu

-nina-

Read Full Post »

sahabat dan suami

Sahabat… apa sih arti sahabat???

Sahabat itu… adalah curahan hati….bila kita kita sedang ada masalah dialah tempat kita mengadu, menangis bareng, tertawa bersama. sahabat itu temen yang paling dekat, paling disayang, paling bisa ngertiin kita dan bisa nerima kelebihan dan kekurangan kita.

Nah klo arti suami apa???

Suami itu adalah pelindung. Tempat na berlari ketika na merasa takut, sedih, menangis, bingung dan mengadu.  Suami adalah pemimpin. Pemimpin adalah pembimbing, penunjuk jalan yg benar, dan pemberi kebahagiaan dan ketenangan hati. Pemimpin tidak sama dengan penguasa. Penguasa dari setiap jiwa manusia hanyalah sang pencipta manusia itu sendiri.

Suami adalah guru. Guru adalah seorang yg berwawasan luas dan bijaksana dalam menyikapi setiap masalah yg ada. Guru adalah panutan, setiap gerak-geriknya, ucapannya, tindakannya, akan dicontoh anak2 didiknya. Suami adalah guru bagi keluarganya.

Udah pernah denger kan hadist Nabi yang kira-kira begini bunyinya, kalau manusia diperintahkan bersujud pada manusia lainnya, yang diperintahkan PERTAMA BERSUJUD ADALAH ISTRI PADA SUAMINYA.

-nina-

Read Full Post »

4 Bulan

4 bulan mengarungi hidup berumah tangga sama uda na semakin bersyukur krn na dapat suami yang sangat pengertian, sangat mudah marah namun cepat meredam amarahnya, sangat cerewet tapi kecerewetannya berisi nasihat2, sangat suka bermain gitar tapi juga mau menemani istrinya nonton film korea, suami yang manjanya minta ampun tapi “mau” membantu istri nya buang sampah, nyapu bekas debu motor, ngangkatin jemuran, ngutak-ngatik bambu antena, kadang juga mau ngelipetin baju….

Dalam 4 bulan na belajar lebih toat sama suami, na belajar meninggalkan kerjaan lebih cepat dan pulang tepat waktu. Awalnya buat nina itu hal yang ga gampang, krn i’m used to, kebiasaan yang aga sulit bwt diubah dalam sekejap. Tapi setelah menunggu suami pulang, killing time nonton film korea, sampe akhirnya membukakan pintu buat suami…. wuiii ternyata rasanya dahsyat!! Bener2 ga bisa dituliskan dengan kata2…. yg ada cuma pingin cepet2 kasih suami warmest  hugs… dan setelah hari itu, na selalu pingin pulang cepat…. heehehehe… wlwpun sampe skrng Cuma masih skdr “pingin”  dan baru bergerak setelah uda marah2…. hahahaha pisss uda…

capa yg cayang bgd cama udaaaaaa???????

Read Full Post »

Untuk Ulang bulan pernikahan kami yang ke-4

Tanggal 11, 12 dan 13 kemaren kami isi dengan jalan jalan ke Cilacap dan Purwokerto. Tujuan utama adalah mengunjungi nikahannya Ali. Jam setengah sembilan malam, menggunakan mini bus kepunyaannya President University, perjalanan dimulai melewat pantai selatan. Oh ya, dalam perjalanan ini kami juga ditemani oleh Pak Alex dan Teguh a.k.a sule as driver. Selain itu Ghovir sbg ketua rombongan, Matnur, Imron.

Hahahaha, ada bagian yang hilang ternyata….tikas gnaro rasad!!!

Awalnya kami duduk dibangku paling belakang, bercerita dan menceritakan impian kedepan, sesekali mengomentari apa saja yang patut dikomentari. Namun mulai memasuki tol Karawang, Nina ambil inisiatif untuk pindah ke tempat duduk yg lebih didepan. Goncangan dan goyangan mobil yang tidak bisa diprediksi membuat perut pusing dan kepala menjadi mual. Akhirnya kami pindah tempat duduk, walau dengan konsekuensi kami tidak bisa duduk berdekatan. Tapi ini cukup fair lah, dari pada memaksakan duduk dibelakang yang bisa berakibat keluarnya makanan yang sudah dicerna dari mulut (baca: masuk angin). Sampai di Bandung, kami beristirahat sambil menikmati tahu sumedang. Perjalanan berikutnya, dengan driver yang digantikan oleh Sule, sulit ditebak cara berkendara orang ini. Tapi kami selaku penumpang hanya pasrah dan berdoa dibelakang, semoga diberi keselamatan dan kelancaran perjalanan. Didalam bus, sambil memaksa memejamkan mata, guna menghilangkan efek mabuk perjalanan yang sudah mendarah daging (akibat lupa minum antimo), sesekali saya mendengar Matnur dan Pak Akex membagi cerita jenaka ala kusir bendi. Memasuki Cilacap, kendaraan berbelok kearah kiri, mencoba mengambil jalan pintas, atau memang jalan utama, entahlah. Yang jelas kami para penumpang hanya pasrah mengikuti sopir yang juga sebagai tuan rumah nantinya.

Mendaki bukit dan menuruni lembah dengan kemiringan mencapai 45 derajat, adalah hal yang lumrah untuk medan disini. Sule yang kelihatan sudah terbiasa menghadapi medan yang sangat tidak bersahabat ini dengan tenang mengendalikan minibus walau kami harus berpegangan erat, mencoba bertahan dari goncangan yang sangat terasa. Mencoba memecah kesunyian dengan beberapa pertanyaan dan pernyataan tengil dari imron, “le, gua belom nikah” sedikit menetralkan ketegangan yang menyelimuti kami dari tadi. Bekas ban mobil dilumpur yang sudah mengering yang membentuk lobang, bukti perlawanan ban ban mobil dimusim hujan. Untungnya kami berada di daerah ini dalam situasi kering. Setelah sampai ditempat Sule, kira kira pukul setengah 4 dini hari, kami langsung disuguhi kopi dan teh panas ala kampung, sungguh terasa alami. Baru sebentar memejamkan mata, Nina membangunkan lelah tidur saya untuk menunaikan sholat shubuh. Awalnya kami sholat menghadap serong kanan dari arah kiblat, tapi setelah diingatkan oleh tuan rumah, sholat kami ulangi. Sulit digambarkan perjalanan yang harus ditempuh untuk sekedar buang hajat, terpaksa harus menuruni lembah dan waspada terhadap licinnya jalan yang kami lalui. Disini saya membayangkan perjalanan Greg Mortenson dalam novel “A cup of Tea”, seorang pendaki gunung dengan ransel seberat 60 kg menyelusuri gunung gunung es di Pakistan, yang akhirnya bisa mendirikan sekolah gratis untuk anak anak pegunungan yang tsebelumnya idak pernah tersentuh teknologi dan ilmu pengetahuan yang memadai.

Ada penampakan sepatu…bukan penampakan. Memang sengaja digantung dipinggang, biar jauh dari tangan tangan jahil

Paginya kami melanjutkan perjalanan. Lebih mengerikannya, kalau perjalanan sebelumnya kami lakukan ditengah malam, ketika pandangan mata hanya terbatas pada jalan didepan dan menyisakan sisi gelap dikiri dan kanan, dipagi ini, kami baru menyadari kalau disisi kiri kanan kami adalah lembah lembah dan ngarai dalam dan menganga, tanpa pagar pembatas, tanpa rambu dan polantas apalagi. Sampai dibawah, baru kami bisa bernapas lega dan Matnur mulai melanjutkan ceritanya

Ada seorang laki laki yang bermimpi bertemu dengan perempuan cantik dan jelita. Ketika bangun dia mendapati dirinya sendirian, tanpa bidadari yang tadi hadir dalam tidurnya. Karna merasa penasaran, laki laki itu malanjutkan tidurnya dengan harapan bisa berjumpa lagi dengan bidadari tadi, paling nggak tukeran nomor hp lah. Tapi dalam tidur berikutnya, laki laki ini bermimpi mendapat uang yang sangat banyak. Tidak mau kehilangan kesempatan, laki laki tersebut mengantongi uang tersebut sebanyak yang dia bisa. Sewaktu bangun, dia memeriksa kantongnya, ternyata tidak ada selembar pun uang yang ditemukan. Masih menyimpan harapan yang tinggi, lelaki tadi melanjutkan tidurnya dengan harapan bisa kembali mendapatkan uang yang banyak tersebut. Malangnya, dalam tidur ini dia bermimpi berak (B.A.B). Setelah bangun, dia mencoba memastikan tentang apa yang dialami didalam mimpi, ketika dia meraba selangkangannya, TERNYATA BASAH, LEMBAB DAN BERBAU….ini baru namanya dream comes true 😀

Walaupun beberapa kali nyasar, akhirnya kira kira tengah hari kami sampai ditempat kondangan Ali. Setelah teman teman memberikan kado barupa seekor ayam jago, kami makan dan beristirahat. Sorenya, saya dan istri berpisah dengan teman teman karena kami menginap ditempat Ali, berbeda dengan teman teman yang kembali ketempat Sule, masih dengan medan yang tadi saya ceritakan. Sorenya kami jalan jalan ke pantai sambil membeli oleh oleh, ditemani oleh Rofik. Keesokan paginya, pukul setengah 7 pagi kami berangkat ke Cikarang menggunakan bus Sinar Jaya, dan seudah meminum antimo sebelumnya. Sampai di Cikarang pukul 4 sore, dan malamnya kami tidak ikut ngaji karena istirahat. Inilah perjalanan pertama kami menggunakan bus, cukup melelahkan. Nina…siap siap perjalanan berikutnya sayang 😀

-genta-

Read Full Post »

Siput

Belut

-genta-

Read Full Post »

Mawarku…

 Embun pagi, basahi tangkaimu
Segarkan helaian nafasmu
Inginku rengkuh, dekapkan padaku
Warnai hadir duniaku


Surya meninggi, sinari kuncupmu 
Semaikan ribuan indahmu
Sempat ku tatap, bermaksud kudekap
Tak kuasa pandangi warnamu

* Pesona mekarmu
Anggunnya wangimu

Reff:
Aku inginkan hadirmu
Hiasi sepinya hariku
Aku dambakan hangatmu
Temani dinginnya malamku

Catatan kaki: Lagu ini saya ciptakan pertengahan mei kemaren. Sebenarnya bagian reff adalah doa…dan alhamdulillah telah dikabulkan seminggu sebelum bulan ramadhan tahun ini. Ajkk sayang…por eperiting…lop yu pulll 🙂

-genta-

Read Full Post »

Older Posts »