Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2011

Happy B’Day IstriKu

Selamat Ulang Tahun yang ke 27 untuk Istriku Tercinta, semoga tetap menjadi istri yang sholehah, selalu diberi kesehatan, kelimpahan rizki yang barokah, selalu sukses untuk karir dan cita citanya, menjadi Ibu yang bijak kepada anaknya, menjadi sisabar jika ada sicerewet hehe…SALB deh buat semuanya.

Ulang tahun ini papa belum bisa beliin mama kado, insya alloh kadonyo disimpan dulu disuatu tempat. Nanti kalau sudah datang waktu yang tepat, kita buka bersama sama 🙂

-papa n ara-

Read Full Post »

Hadiah Terindah

Hadiah terindah tahun ini diberikan sama ara.

Pas bangun tidur, ara langsung mengucapkan kata ma-ma dengan lembutnya for the very first time.

-Nina-

Read Full Post »

Mau lagi senang mau lagi susah mau lagi sedih mau lagi gembira mau lg banyak duit mau lagi ga ada duit tetep aja ya pah umurnya bertambah satu heee jadi 27 tahun, sudah jadi bapak2, sudah punya buntut kalu kemana2

Semoga papa sehat, panjang umur, diberikan rizki yang banyak yang halal yang barokah, lebih bisa mengontrol emosi dan mood, tambah lancar ngajinya, tambah sholeh

Semoga Alloh mennyuburkan cinta papa ke bunbun yang hanya untuk-Nya.

With Love,
-Nina-

Read Full Post »

Ultah Suami

Ultah suami bukan hari ini, tapi sudah mendekati. Rasanya pingin banget ngasi hadiah sepeda buat suami tapi keknya hadiah itu bukan untuk ultah yang sekarang, heee….. karena sedang pait 😛 …. maaf ya papa….

-Nina-

Read Full Post »

Alhamdulillah, hari ini sudah ada kemajuan, bercak2 merahnya sudah mulai pudar, ara pun sudah mulai senyum2 serta merespon kalau diajak cerita…. atau kalau ditanya gini nih ” ara ara…. gelangnya bagus ya???” jawabnya “eheeehh…eheh” hahaha lucu sekarang jawabnya sambil ngedip trs senyum2 sampai terlihat giginya yang baru empat ituuh…

-Nina- 

 

 

Read Full Post »

Mirip Campak

Kemarin sore, terlihat sangat jelas dimuka ara ada bercak merah, ditangan dan dibagian badan. Mirip sangat dengan campak, tp ga ada salahnya untuk coba tanya ibu dokter.

Pagi ini, sebelum jam 10, saya dan suami buru2 ijin keluar kantor untuk bawa ara ke RS untuk konsultasi ke dokter anak. Dan alhamdulillah perjalanan dimudahkan, ada teman yang mau ke bandung jadi bisa nebenk sampai pintu tol, dari situ sambung ke RS pake angkots.

Tiba dirumah sakit langsung sayah daftarkan dan dapat antrian no. 2, turun lagi ke lantai 1 untuk nunggu ara eh ga lama mobilnya datang… jreng jreng jreeeng… anak bunda sudah tiba…peluk peluk peluuuk eraaaaaaaaaaaaatt…

diruangan dokter, diperiksa perutnya, mulutnya sama kulitnya. Terus dokternyanya bilang kalau ini bukan CAMPAK, nah lho!

Katanya dokter, kalau campak itu timbul bercaknya diiringi dengan demam dan pada kasusnya ara demamnya sudah turun baru keluar bercak merah, selain itu bercak yang ada diara kecil2 ga sebesar campak.

Jadi ini inveksi virus, sama dokter cuma dikasih sirup sama lacto B, tanpa anti biotik.

Dijalan embahnya ara tanya… virus itu apa na??? mmmmmmmmmm………..apa ya… hahahaha susah juga ngejelasinnya…

Setelah dikasih obat ara mulai aga ceria, sudah mau tersenyum…  mudah2an cepat sembuh, kembali aktif seperti sedia kala amin.

-Nina-

Read Full Post »

Radang Payudara

Selepas maksi, rasanya asi saya penuh, tapi saya biarkan karena biasanya juga gitu. Tapi jam 3 mulai terasa sakit sangat. Rasanya pingin cepat2 pulang, tapi ternyata suami kena musibah, ban motornya bocor di kalimalang. So, mesti nunggu 😦

Sepanjang jalan menuju rumah, sakitnya makin terasa, klo biasanya ada cairan asi yg merembes kali ini ga ada setetespun 😦 sakit banget sampe sesak nahan sakitnya. Apalagi pas ngelewatin jalan yang penuh lubang… aduuuh ampuuun…

Sampe akhirnya sampai juga dirumah, saya langsung buru2 nyusuin anak saya. Tapi ga lama kemudian saya ga kuat lagi, badan saya menggigil hebat. Rasanya dingin terutama dibagian tangan dan kaki. Waktu itu suami lagi di kamar mandi, yang ada ibu saya dan anakku.

Hahaha namanya juga ibu2, dia langsung panik, ikut2an nangis, sambil teriak2 manggilin suamiku.

Maghrib, makin terasa dingin, makin menggigil, sudah pasang kaos kaki, dan pakai selimut tebal masih dingin, minyak angin yang panasnya dahsyat juga ga berasa.

Akhirnya suami ngajakin ke RS, selepas sholat maghrib. Semuanya panik, tp untungnya ara ga rewel.

Sampai dirumah sakit langsung ke UGD, dan setelah diperiksa ternyata saya terkena mastitis atau radang payudara. Katanya hal ini sering dialami oleh ibu2 menyusui.

Saya hanya diberi obat penurun panas dan antibiotik.

Cara mencegah radang payudara:

  1. Keluarkan kelebihan ASI dengan segera. ASI yang tidak dikeluarkan akan menumpuk dan menimbulkan penyumbatan di dalam payudara yang dapat berujung peradangan.
  2. Susui bayi sesering mungkin dan jangan memperpanjang jarak antar tiap waktu menyusui.
  3. Jika payudara sudah terasa penuh ASI, bujuklah bayi untuk menyusui. Anda tidak perlu menunggu sampai si kecil merasa lapar.

Cara mengatasi radang payudara:

  1. Istirahat. Istirahat akan menghilangkan stres dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda kembali.
  2. Kompres payudara. Secara bergantian, kompres payudara Anda dengan kompres hangat dan dingin. Kompres dingin menghilangkan rasa nyeri, sedangkan kompres panas membantu memerangi peradangan. Kompresnya bisa pakai kol yang sudah didinginkan dikulkas, diambil lembar per lembar kemudian ditempel dipayudara.
  3. Pijat daerah yang sakit. Pemijatan akan meningkatkan sirkulasi, mengurangi penyumbatan payudara serta membantu meningkatkan faktor imunitas di payudara. Pijatlah payudara Anda sambil mandi air hangat atau berendam air hangat.
  4. Jangan berhenti menyusui meskipun payudara meradang. Penghentian ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi kuman penyakit pada payudara yang dapat berlanjut menjadi abses payudara (payudara bernanah).
  5. Susuilah lebih sering di payudara yang meradang.
  6. Susuilah payudara yang meradang sampai kosong, karena apabila ada yang tersisa akan lebih mudah terinfeksi lagi.
  7. Sebaiknya langsung susui bayi (jangan dipompa), kecuali jika terpaksa karena bayi menolak menyusu, keluarkan ASI dengan tangan atau dipompa.
  8. Mulailah menyusui dengan payudara yang sehat, setelah itu baru ganti ke payudara yang sakit. Cara ini akan mengurangi nyeri saat menyusu.
  9. Apabila bayi Anda menolak untuk menyusu pada payudara yang meradang, ini dapat disebabkan karena peradangan kelenjar susu meningkatkan kadar sodium (garam) pada ASI sehingga rasanya jadi asin. Kebanyakan bayi tidak menyadari rasa asin ini, tetapi ada bayi yang menolak untuk meminumnya. Apabila bayi Anda menolak, mulailah menyusui dari payudara yang sehat, baru selanjutnya tukar ke payudara yang meradang.

Selama demam masih belum turun, usahakan banyak minum air putih dan makan yang teratur krn pada masa ini semua makanan rasanya ga enak 😀

-Nina-

 

Read Full Post »