Feeds:
Posts
Comments

Akhirnya kesampaian juga menjajal salah satu mobil yang pernah menjadi impian saya selama ini, dan sempat saya tuangkan juga di blog lama saya, yaitu disini dan disini. Kesan pertama mengendarai mobil ini, ternyata jauh dari kesan sedan yang nyaman. Memang mobil ini adalah perpaduan antara sedan dan jip. Dari sisi ground clearance memang terbilang baik, kita tidak terlalu merasa was was  jika mesti melewati jalanan yang tidak rata. Jika hanya untuk sebatas semi adventure, kendaraan ini bisa dibilang layak. Tapi jangan berharap banyak dari kenyamanan suspensinya, apalagi jika anda mencoba membandingkannya dengan the real sedan, kalah jauh. Tapi biarpun target kendaraan ini adalah dua alam (perkotaan dan alam), tetap SX4 adalah kendaraan dengan konstruksi sedan, bukan dipersiapkan untuk fully offroad. Jadi jangan dipaksakan kalau mau main lumpur atau menyebrang sungai dengan mobil ini.

Kesimpulan akhir, ternyata selama ini saya hanya over excited tentang kendaraan ini. Jika diberikan opsi untuk memiliki, saya akan nego untuk memilih yang real sedan dulu aja. Jika memang ada budget lebih untuk memilih kendaraan yang bisa diajak berpetualang, mungkin pilihan saya ke Pajero Sport atau Fortuner Bensin, yang benar benar real adventure, tidak nanggung seperti SX4. Tapi kalau masih ngotot mau ngasih saya ini, pastinya ga nolak 😀

-papa ara-

lagi bongkar bongkar poto poto lama, nemu ini 🙂

kangen sama masa masa ketika kita masih dikontrakan, panas panasan, kl hujan suka kebanjiran. Kalau motor sudah masuk, kita ga bisa kemana mana lagi karena ruangan sudah penuh.

-genta-

Walaupun telat, tapi tetap disampaikan…

Happy New Year 2012

Hmmm..sudh lama banged ga nge’blog, sampai sampai dah banyak lumut dan rumput-rumput yang tumbuh di blog tersayang ini *sambilbersih2blog.

Well sebelum cerita cerita tentang jalanjalan kita kemaren ke puncak, sedikit mau kilas balik dulu deh hehe, sekali lagi-walaupun udah bassi. Tahun 2011 kita lewati dengan warna warni kehidupan, ya normatif seperti juga yang dialami orang orang pada umumnya. Tidak begitu banyak yang berubah dari kehidupan kami; saya masih bekerja di tempat yang dulu, nina juga masih kerja ditempatnya dulu yang notabene juga tempat awal pertemuan kita >:D<, Ara juga tumbuh dan berkembang seperti anak anak pada umumnya, alhamdulillah tambah pintar, tambah tinggi, tambah cerewet :), lari-lari, cuma kadang kadang kl lagi asyik main makannya agak susah. Jadi mesti diajak keliling2 dulu baru mau makan. Alhamdulillah akhir tahun kemaren dapat bonus dari kantor yang jumlahnya alhamdulillah 🙂 Yang jelas terasa perbedaannya, sekarang dirumah kita terasa rame semenjak kehadiran sang putri cantik kami, Nazcara Eldilia Anindta yang saat ini umurnya sudah 1 tahun 4 bulan. Semoga tambah sehat dan tambah pintar ya sayang, amin.

Kembali ke tukul, eh topik utama. Ya, minggu kemaren, tepatnya tanggal 29 Januari 2012 kami mendapat undangan dari salah seorang teman dekat dulu waktu di IPB. Kebetulan acara kondangannya dimulai dari jam 11 sampai jam 2 siang. Sehari sebelum berangkat kita udah sepakat kalau pengen sekalian ngajakin ara dan mbah (belakangan ternyata mama ara  juga) untuk main ke Kota Bunga for their first time. Kenapa Kota Bunga, karena menurut saya masuk kesana ga bayar 😀 (memang kalau darah padang ya seperti ini, selalu ada type data currency untuk setiap event, hehe). Perjalanan dimulai pukul 6 pagi dari Cikarang. Malam sebelum berangkat kita sudah siap-siap dengan bawaan dan makanan yang akan dibawa. Tak lupa gitar Yamaha kesayangan sudah masuk dibagasi. Arus lalulintas dari Cikarang menuju Bogor terpantau lancar, kecepatan rata-rata di 90 kpj.

Keluar tol Jagorawi menuju puncak, arus kendaraan yang naik dan turun mulai banyak. Karena tidak berpengalaman mengendarai kendaraan 4 wheel didaerah puncak, membuat kami terjebak dalam sistem jalur satu arah. Coba kalau kita ga singgah di Indomart dulu, kemungkinan kita ga kena arus OneWay dari atas. Tapi tidak apa apa, sembari istirahat dan menyambung sarapan pagi yang tadi sempat tetunda, kira kira setengah jam jalur normal kembali diberlakukan dan perjalanan kita lanjutkan. Hamparan kebun teh disisi kiri-kanan jalan tidak begitu kelihatan karena kabut tebal dan hujan yang turun. Jarak pandang yang hanya terbatas pada 2 kendaraan didepan membuat penumpang agak cerewet.

Melewati puncak pas, masih dengan kondisi jalan basah dan berkabut. Hamparan perkebunan teh yang seharusnya menjadi daya tarik pengunjung tidak dapat kami nikmati. Turunan tajam dan berkelok menimbulkan kesenangan tersendiri bagi saya selaku pengendara, terlebih karena kendaraan yang kami bawa adalah sedan, sehingga gejala bodi limbung tidak terasa. Sesampainya di Kota Bunga, jejeran vila dengan arsitektur beraneka rupa berjejer rapi seakan menyambut kedatangan kami. Dinginnya hawa puncak dan rintik hujan yang turun membuat kami tidak bisa turun dan menggelar tikar, yang sedianya sudah disiapkan beserta spagheti dan makanan lain. Setelah berkeliling2 menyaksikan perpaduan arsitektur manusia dan alam, kami berhenti didepan little venice, kebetulan hujan sudah mulai reda. Nina, ara dan mbah memutuskan untuk turun sambil naik kereta dan melihat lihat. Saya mencoba merebahkan diri barang beberapa menit, tertidur, pulas. Setelah bangun, lontong sayur dan bakso urat menjadi menu pendamping. Ah sial sekali, kamera yang sudah dibawa dari rumah dan baru dibeliin batrai baru tidak berfungsi *hufp. Kira kira 1 jam bermain disekitaran little venice, kita putuskan untuk “turun gunung” menuju kediaman kedua mempelai yang sedang berbahagia. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, ternyata jalur satu arah menuju puncak sedang diberlakukan. Alhasil kami mesti menunggu untuk kesekian lama sambil ditemani rintik hujan dan kabut puncak. Selang 1 jam lebih menunggu akhirnya kami bisa melaju dengan kecepatan normal. Berhubung perut sudah lapar, maka kendaraan langsung saya parkir disalah satu restoran dengan halaman parkir yang cukup luas. Belakangan baru kita sadari ternyata restoran tersebut umumnya menghidangkan masakan khas timur tengah. Tamu tamu yang datang juga tampang arab semua, dengan bahasa nya wan abud…zumfah….ana zuzur. Untungnya mereka masih menyisakan satu menu indonesia, yaitu nasi timbel komplit. Tidak apa apalah, toh perut ini sudah lapar. EH ternyata nasi timbelnya enak banged, khususnya ayam gorenya dan sambelnya. Ara aja betah banged makanin ayam gorengnya.

Mengingat jadwal kondangan sudah lewat, maka saya hubungi Diki untuk tidak sempat menemuinya di gedung tempat resepsi diadakan, melainkan langsung kerumahnya saja di daerah Budi Agung. Pukul 6 sore kami sampai didaerah Budi Agung, daerah yang sudah tidak asing bagi saya karena dekat dengan mesjid daerah dan lapangan basket tempat kami latihan dulu  sewaktu masih muda (ya, sekarang sebenarnya juga masih muda, ngeces eh ngeles). Setelah ngobrol2 sama orang tua diki dan istrinya, ternyata saya baru tau kalau Diki sedang mengantar saudaranya kedaerah Grogol, which is tidak memungkinkan kami untuk bertemu dan ngobrol. Tidak apa apa, yang jelas kewajiban menghadiri undangan sudah selesai. Sholat maghrib+isya, kemudian dilanjutkan pulang ke Cikarang. Eits sebelum pulang kita makan malam direstoran Saung Kuring. Ara senang banged main disana karena bebas melihat ikan dan main ayunan. Nanti insyA papa bikinin ara ayunan mirip di restoran itu yah, masalahnya papa juga suka 🙂

Sampai dirumah kira kira pukul setengah sepuluh malam, bersih bersih+ngobrol2 dikit ama tetangga dan……tidur

-papa ara-

Keluarga

Tidak mudah memang menjalani kehidupan berumahtangga apalagi sudah ada anak. Kita sebagai orang tua selalu mau yang terbaik buat dia, siapa sich yang engga???

Kami sebagai orang tua yang bekerja, tidak bisa mengawasi anak kami 24 jam penuh. Rasanya orang tua manapun selalu ingin menjadi yang pertama mengetahui perkembangan anaknya atau apapun yang dialami oleh anaknya tersebut. Sesibuk apapun saya, sepusing apapun saya dengan pekerjaan, saya selalu siap menerima kabar mengenai anak saya, mendengarkan apa yang ara alami atau kerjakan dirumah.  I don’t want to miss any single moment!

Dan kami bekerja senin – jumat, hanya ada sabtu dan minggu kami ada waktu untuk keluarga. Menghabiskan waktu bersama dirumah atau berkunjung ke rumah saudara. Oleh karena itu, saya merasa kecewa, marahh, gondok, campur aduk bila suami saya menghabiskan banyak waktunya diluar more than he spent with me and my daughter. Dirumah ada banyak yang mesti dikerjain oleh suami, klo ga main sama ara, suami bisa cuci mobil, motor, potong rumput, tanem2, benerin yang rusak2.Tired?? ya iya lah….!!!!In short, istri mau suami memperhatikan keluarganya, memperhatikan keadaan rumahnya.

-Nina-

Anak ku, 1 Tahun

Ga terasa, anakku sudah 1 tahun!

Sibuk2 mw bikin acara apa, mw masak apa!

Tapi mama sama papanya ara sibuk kerja, dirumah jg cuma ada embahnya aja. Jd ga mungkin masak. Mw pesen nasi box rasanya ga nampol ah, soalnya pinginnya berbagi sama anak2 kecil sekitar rumah.

Bikin acarapun, baru hari Hnya aja mamanya ara bisa ga masuk kerja. Lagian mamanya blm ada pengalaman bikin acara ultah 😀

Jadi, sore hari sebleum hari H, mamanya ara sibuk cari2 makanan kecil, plastik untuk ngebungkus. dan Alhmdulillah semuanya bisa didapetin sebelum jam 6 sore, secara klo udah jam 6 aranya udah mulai ngerengek2 minta nenen.

Selepas maghrib, mama, ara, sama emahnya ara mulai sibuk bungkus2in. Ara kebagian ngambilin minumannya trs dikasiin ke embah atau ke mama untuk dimasukin ke bungkusnya.

Pagi2, semua bingkisan dibagi2in, tp aranya belum mandi hahahaha saking semangatnya mamanya lupa mandiin ara.

Semoga anak mama Nazcara Eldilia Anindta, selalu diberi kesehatan, sholehah, faham agama, taat beribadah, taat sama orang tua, pintar, cerdas, mandiri. Amin.

– Nina-

 

 

Kerja Lagi

Lebaran sudah berlalu, liburan lebaran juga sudah lewat! Tapi rasanya belum  terlambat untuk mengucapkan Taqaballahu Minna Wa Minkum! Semoga kita bisa bertemu lagi dengan lebaran yang akan datang dengan kondisi keimanan yang lebih baik.

Lebaran sibuk ngurusin anak dan beres2 rumah yang ga beres2, tapi rasanya senang banget krn lebaran kali ini ada ara dan hari pertama lebaran kami ada dirumah kami.

Tapi, sehari setelah lebaran ara sakit, badan nya panas, timbul biang keringat, ga mau makan, hidungnya meler2. Tapi walaupun begitu ara ga lupa untuk senyum, gerak2in tangan dan kakinya klo digendong.

Liburan lebaran, semua kerjaan rumah dikerjain sendiri, pappanya bantuin klo ngeliat aku cemberut.

Aranya pinter, nungguin mamanya nyuci dan nyapu sambil duduk2 di stroller.

-Nina-

 

Nazcara, 11 Bulan!

Hari ini nazcara umurnya bertambah satu jd sebelas bulan hmmmm sebulan lg jadi setahun ^^

ara baru aja dibotakin kepalanya soalnya ada bintik2 merah disekitar kepala bagian belakang dan samping.  hehehehe jadi tambah bulets

ara juga tambah ngegemesin, parahnya saking ngegemesinnya ara digigit sama papanya hahahaha kasian bgd si ara… langsung kejer, tp papanya udah minta maaf, ga ngulangin lg katanya heeee…

trs ara2 sudah bisa naik turun tempat tidur sendiri trs meluncur ke kamar emahnya, ara jg sudah ngerti klo mamanya sudah siap pake baju kerja dan kerudung, langsung dia senyum2 minta digendong main keluar.

ara juga sudah pintar ngerengek minta ini minta itu… minta kesini minta kesana… well…well….well…. ga semuanya permintaan ara bisa diturutin, maaf ya sayang, kita mesti ngajarin ara untuk nge-rem sedikit ke-mau-an ara.

o iya, ara jg sudah bisa bilang GAJAH…. sudah bisa nyium, pagi ini aja papanya dicium 3 kali…. ^^

Semoga ara cepat bisa jalan, diberi kesehatan selalu, jadi anak yang pintar, yang sholehah yang membanggakan mama papa!

-Nina-